Strategi Pembelajaran
STRATEGI PEMBELAJARAN
Pengertian Strategi dan Pembelajaran
Strategi merupakan cara
atau suatu kegiatan merancang, nah jika di kaitan dengan pembelajaran maka
strategi merupakan kegiatan atau cara merancang sebuah pembelajara. Dalam
pembelajaran perlu ada rancangan atau strategi yang bertujuan sebagai acuan
pegangan ketika ingin melakukan sesuatu. Secara umum strategi merupakan suatu
teknik tertentu yang digunakan untuk mencapai tujuan. Menurut Kamus Besar
Bahasa edisi keduaa (1989), strategi adalah ilmu dan seni menggunakan semua
sumber daya bangsa-bangsa untuk melaksanakan kebijaksanaan tertentu dalam
perang dan damai.
Pengertian
Pembelajaran , Pembelajaran adalah proses interaksi antara peserta
didik dengan pendidik dansumber belajar pada suatu lingkungan belajar (UU No.
20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional). Intinyanadalah usaha untuk
membuat peserta didik belajar. Dengan kata lain, pembelajaran merupakan upaya
menciptakan kondisi agar terjadi kegiatan belajar. Kegiatan pembelajaran tidak
akan berarti jika tidak menghasilkan kegiatan belajar pada para peserta
didiknya. Kegiatan belajar hanya bisa berhasil jika peserta didik belajar
secara aktif mengalami sendiri proses belajar.
Kegiatan pembelajaran
dirancang untukmemberikan pengalaman belajar yang melibatkan proses mental dan
fisiknmelalui interaksi antar peserta didik, peserta didik dengan guru,
lingkungan, dan sumber belajar lainnya dalam rangka pencapaian kompetensi dasar
(BSNP,2006). Pengalaman belajar yang dimaksud dapat terwujud melaluipenggunaan
strategi pembelajaran yangbervariasi dan berpusat pada pesertadidik (student
centred). Pengalamanbelajar memuat kecakapan hidup yangperlu dikuasai peserta
didik.
Strategi pembelajaran
mencakup seluruh komponen materi pembelajaran dan prosedur atau tahapan
kegiatan belajar yang/atau digunakan oleh guru dalam rangka membantu peserta
didik mencapai tujuan pembelajaran tertentu (Dick & Carey, 1990). Oleh
karena itu, strategi pembelajaran bukan hanya terbatas pada prosedur atau
tahapan kegiatan belajar saja, melainkan termasuk juga pengaturan materi atau paket
program pembelajaran yang akan disampaikan kepada peserta didik.
Strategi pembelajaran
menurut konstruktivistik menekankan penggunaan pengetahuan secara bermakna,
urutan pembelajaran mengikuti pandangan peserta didik, dan menekankan proses,
serta aktivitas belajar dalam konteks nyata, bukan mengikuti urutan dalam buku
teks. Sedangkan evaluasi pembelajaran menekankan penyusunan makna secara aktif
yang melibatkan keterampilan terintegrasi dengan menggunakan masalah dalam
konteks nyata, menggali berpikir secara divergen, menuntut pemecahan ganda
bukan hanya jawaban benar, dan evaluasi merupakan bagian utuh dari proses
pembelajaran (Degeng, 2007).
Strategi belajar dapat
digambarkan sebagai sifat dan tingkah laku. Oxford mendefinisikan strategi
belajar sebagai tingkah laku yang dipakai oleh pembelajar agar pembelajaran
bahasa berhasil, terarah, dan menyenangkan. Strategi belajar mengacu pada
perilaku dan proses berfikir yang digunakan serta mempengaruhi apa yang
dipelajari. Strategi pembelajaran bahasa adalah tindakan melaksanakan rencana
dengan menggunakan beberapa variabel seperti tujuan, bahan, metode, dan alat,
serta evaluasi agar mencapai tujuan yang telah ditetapkan.Strategi belajar
menurut Huda (1999), antara lain:
- Strategi Utama dan Strategi
Pendukung.
Strategi
utama dipakai secara langsung dalam mencerna materi pembelajaran. Strategi
pendukung dipakai untuk mengembangkan sikap belajar dan membantu pembelajar
dalam mengatasi masalah seperti gangguan, kelelahan, frustasi, dan lain
sebagainya.
- Strategi Kognitif dan Strategi
Metakognitif
Strategi
kognitif dipakai untuk mengelola materi pembelajaran agar dapat diingat untuk
jangka waktu yang lama. Strategi metakognitif adalah langkah yang dipakai untuk
mempertimbangkan proses kognitif, seperti monitoring diri sendiri, dan
penguatan diri sendiri.
- Strategi Sintaksis dan Strategi
Semantik.
Strategi sintaksis
adalah kata fungsi, awalan, akhiran, dan penggolongan kata. Strategi semantik
adalah berhubungan dengan objek nyata, situasi, dan kejadian.Strategi
pembelajaran berdasarkan klasifikasinya, sebagai berikut:
· Penekanan Komponen
dalam Program
Pengajaran Komponen
program pengajaran anatara lain yang berpusat pada pengajar, peserta didik, dan
materi pengajaran. Berpusat pada pengajar, pengajar menyampaikan informasi
kepada peserta didik. Teknik penyajian adalah teknik ceramah, teknik team
teaching, teknik sumbang saran, teknik demonstrasi, dan teknik antar disiplin.
Berpusat pada peserta didik, strategi pembelajaran seperti ini memberikan
kesempatan seluas-luasnya kepada peserta didik untuk aktif dan berperan dalam
kegiatan pembelajaran.
Dalam
hal ini, pengajar berperan sebagai fasilitator dan motivator. Teknik penyajian
adalah teknik diskusi, teknik kerja kelompok, teknik penemuan, teknik
eksperimen, teknik kerja lapangan, dan teknik penyajian kusus. Berpusat pada
materi pengajaran, materi terbagi dua yaitu materi formal dan materi informal.
Materi formal adalah isi pelajaran yang terdapat dalam buku-buku teks resmi
disekolah, sedangkan materi informal adalah bahan-bahan pelajaran yang
bersumber dari lingkungan sekolah. Teknik penyajian adalah tutorial, teknik
modular, teknik pengajaran terpadu, dan teknik demonstrasi.
· Kegiatan Pengolahan
Pesan atau Materi
Dibedakan
menjadi dua, yaitu strategi pembelajaran ekspositoris merupakan strategi
berbentuk penguraian, baik berupa bahan tertulis maupun penjelasan secara
verbal. Strategi pembelajaran heuristik adalah sebuah strategi yang menyiasati
agar aspek-aspek dari komponen-komponen pembentuk sistem intruksional mengarah
kepada pengaktifan peserta didik untuk mencari dan menemukan fakta, prinsip,
serta konsep yang mereka butuhkan.
· Pengelohan Pesan atau
Materi
Dibedakan
menjadi dua, yaitu strategi pembelajaran dedukasi adalah pesan diolah mulai
dari hal umum menuju kepada hal khusus. Misalnya bila pengajaran tentang
kalimat tunggal, maka dimulai dengan definisi kalimat tunggal, contoh-contoh
kalimat tunggal, dan dilanjutkan penjelasan ciri-ciri kalimat tunggal.
Sedangkan strategi pembelajaran induksi adalah pesan diolah mulai dari hal-hal
yang khusus menuju kepada konsep yang bersifat umum.
Misalnya
bila pengajaran tentang kalimat tunggal, maka dimulai dengan memberikan
contoh-contoh kalimat tunggal, ciri-ciri kalimat tunggal sehingga peserta didik
dapat mendefinisikan sendiri tentang kalimat tunggal.
· Cara Memproses Penemuan
Dibedakan
menjadi dua, yaitu strategi pembelajaran ekspositoris merupakan strategi
berbentuk penguraian yang dapat berupa bahan tertulis atau penjelasan verbal.
Strategi penemuan (discovery) adalah proses yang mampu mengasimilasikan sebuah
konsep atau prinsip. Seperti mengamati, mencerna, mengerti, menggolongkan,
menduga, menjelaskan, dan membuat kesimpulan.
B. Komponen Strategi
Pembelajaran
Dalam menerapkan
strategi pembelajaran, ada beberapa komponen yang harus diperhatikan agar dalam
kegiatan pembelajaran dapat mencapai suatu tujuan yang telah
ditentukan. Pendapat Dick and Carey sebagaimana dikutip Suparman,
menyebutkan 5 komponen umum strategi pembelajaran yakni: (a) kegiatan
pembelajaran pendahuluan, (b) penyampaian informasi, (c) partisipasi peserta
didik, (d) tes, dan (e) kegiatan tindak lanjut (Suparman, 2004).
Sedangkan pendapat
Gagne and Briggs, sebagaimana dikutip oleh Suparman, bahwa komponen strategi
pembelajaran yang disebut sebagai sembilan urutan kegiatan pembelajaran, yaitu:
(a) memberikan motivasi atau menarik perhatian, (b) menjelaskan tujuan pembelajaran
kepada peserta didik, (c)mengingatkan kompetensi prasyarat, (d) memberi
stimulus (masalah, topik, konsep), (e) memberi petunjuk belajar (cara
mempelajari), (f) menimbulkanpenampilan peserta didik, (g) memberiumpan balik,
(h) menilai penampilan, dan (i) menyimpulkan (Suparman, 2004).
Naman kenyataannya,
tidak semua mata pelajaran memerlukan kesembilan strategi pembelajaran
tersebut, tergantung pada karakteristik peserta didik dan jenis tingkah laku
yang dituntut dalam tujuan/kompetensi. Strategi pembelajaran terdiri dari lima
komponen utama, yaitu: (a) urutan kegiatan pembelajaran, (b) metode, (c) media,
dan (d) waktu (Suparman, 2004). Sedangkan urutan kegiatan pembelajaran secara
umum terdiri dari tiga tahap, yaitu:
Ø Pendahuluan
(introduction)
ØPada tahap awal atau
persiapan, kegiatan dimaksudkan untuk mempersiapkan mental peserta didik dalam
mempelajari pengetahuan, keterampilan dan sikap baru. Artinya guru sebaiknya
mempersiapkan peserta didik agar memperhatikan dan belajar secara
sungguh-sungguh selama tahap penyajian. Guru juga hendaknya menjelaskan secara
singkat tentang materi yang akan dipelajari peserta didik, kegunaan materi
tersebut dalam kehidupan sehari-hari, hubungan atau relevansi materi tersebut
dengan materi yang telah dikuasai peserta didik dan tujuan/kompetensi yang
harus dikuasai oleh peserta didik pada akhir kegiatan.
Tujuan kegiatan pada tahap pendahuluan
ini untuk: (a) memberikan motivasi dan memusatkan perhatian peserta didik agar
mereka bisa mempersiapkan diri untuk menerima pelajaran dan (b) mengetahui
kemampuan peserta didik atau apa yang telah dikuasai peserta didik sebelumnya
dan berkaitan dengan materi pelajaran yang akan disampaikan. Hal-hal
yangmemberikan gambaran singkat tentang isi pelajaran, menjelaskan relevansi
isi pelajaran baru dengan pengalaman peserta didik, dan menjelaskan tentang
tujuan pembelajaran.
Ø Penyajian
(presentation) Tahap penyajian merupakan proses pembelajaran yang
utama atau inti dari kegiatan pembelajaran. Tahap ini meliputi bagian-bagian
sebagai berikut:1) Uraian (explanation) adalah penjelasan tentang materi
pelajaran atau konsep, prinsip, dan prosedur yang akan dipelajari peserta
didik. Uraian, baik dalam bentuk verbal maupun non verbal seperti penggunaan
media gambar, benda sebenarnya, model, demontrasi, simulasi dan sebagainya.
Pada saat memberikan uraian ini guru dapat menggunakan berbagai metode seperti
ceramah, diskusi, demonstrasi, dan sebagainya.
Ø2) Contoh (example) dan
non contoh (non example) adalah benda atau kegiatan yang ada di sekitar peserta
didik sebagai wujud materi pelajaran yang sedang diuraikan, baik bersifat
positif maupun negatif. Oleh karena itu, guru perlu memberikan contoh dan non
contoh yang praktis dan kongkrit dari uraian konsep yang masih abstrak agar
menjadi jelas bagi peserta didik.
3).Latihan (exercise) adalah kegiatan
praktik bagi peserta didik untuk menerapkan konsep, prinsip atau prosedur yang
masih abstrak sesuai dengan kehidupan sehari-hari. Dengan latihan, peserta
didik akan belajar aktif sehingga mudah menguasai materi yang sedang
dipelajari. Latihan yang dilakukan peserta didik harus diikuti dengan petunjuk,
bimbingan dan koreksi sehingga peserta didik benar- benar menguasainya. Namun,
perlu diingat bahwa latihan merupakan bagian dari proses pembelajaran, bukan tes.
Ø Penutup (test and
follow up) Kegiatan pada tahap penutup merupakan kegiatan akhir dalam urutan
kegiatan pembelajaran. Tujuan dari kegiatan tahap penutup adalah untuk
memberikan penegasan atau kesimpulan dan penilaian terhadap penguasaan materi
pelajaran yang telah diberikan, baik tes formatif dan umpan balik (follow up).
Selanjutnya adalah kegiatan tidak lanjut. Kegiatan akhir pembelajaran yang
mencakup:
1) Pelaksanaan tes hasil belajar untuk
mengukur kemajuan belajar peserta didik. Tes ini sering disebut sebagai tes
formatif yang dapat diberikan secara lisan atau tertulis.
2) Umpan balik (feedback) adalah
informasi hasil tes peserta didik dan diikuti dengan penjelasan kemajuan
peserta didik. Hal ini penting bagi peserta didik agar proses pembelajaran
menjadi efektif, efisien dan menyenangkan. Selain itu, kegiatan umpan balik
sangat berpengaruh terhadap hasil belajar peserta didik.
3) Tindak lanjut (follow up) adalah berupa petunjuk tentang
apa yang harus dilakukan peserta didik setelah mengikuti tes formatif dan
mendapatkan umpan balik. Maksudnya peserta didik yang memperoleh hasil tes
formatif kurang harus mempelajari ulang materi tersebut. Sedangkan peserta
didik yang sudah memperoleh nilai baik tes formatif bisa meneruskan ke materi
selanjutnya, baik untuk memperdalam materi atau untuk mempersiapkan materi yang
akan datang. Namun, perlu diingat bahwa kegiatan ini merupakan salah satu
bentuk pemberian tanda atau bantuan
Komentar
Posting Komentar